Tahun Terbit: 2013
ISBN: 978-602-020-6080
Penulis: Brili Agung Zaky Pradika
Seperti nama penulisnya, buku ini mengandung muatan-muatan pemikiran yang brilian. Cocok sekali dibaca kaum muda yang ingin berkarya untuk membagi manfaat untuk sesama. Buku ini sedikit banyak menceritakan tentang jalan hidup yang diyakini dan dipilih oleh Brili, si penulis, yang memang sarat dengan nilai kebaikan.
Buku ini disusun dari kumpulan tulisan Brili yang memotivasi para pembacanya. Dimulai dengan bicara impian dan cara sederhana apa yang dapat ditempuh untuk terus bersemangat mengejarnya. Brili tidak segan berbagi impiannya yang tentu akan berpengaruh positif bagi yang menyimaknya. Niatan menghajikan orang tuanya, menyiapkan pendidikan anak, merencanakan pembelian rumah, menulis buku, hingga menikah. Bahkan, salah satu target prestisiusnya adalah menginspirasi lebih dari 50 ribu pemuda Indonesia. Luar biasa.
Tidak hanya itu, di buku ini Brili juga dengan lincah mengurai kata untuk tetap memotivasi pembacanya. Motivasi itu terasa membakar karena ia lahirkan dari pengalamannya langsung. Salah satu kebiasaan positif yang ia tularkan dapat dijumpai pada bab "Membaca, Menulis, dan Mendidik."
Korelasi isi dengan judul yang membawa kata "cinta" sebenarnya kurang tertangkap di awal-awal bagian buku. Namun, mulai di tengah, perasaaan itu dimunculkan. Lebih spesifik lagi tentang cinta kepada ayah, juga kepada ibu. Selebihnya ada juga tentang hubungan pria dan wanita, seperti nasihat-nasihat yang lebih ke arah tanggung jawab.
Ada bagian di buku ini yang mungkin bisa membuat sebagian pembaca yang segmennya adalah anak-anak muda, tersenyum sendiri. Tentang rindu. Di bab "Kala Rindu Menyapa" tidak sedikit kalimat-kalimat untuk mendefinisikan rindu diuntai dengan mulus oleh Brili. Mari kita simak sebagiannya.
Rindu adalah api yang tidak ingin buru-buru mati.Rindu adalah butir-butir pengharapan, yang kau berikan tanpa timbangan.
Rindu itu di saat kamu merasa yang biasa ada di sampingmu pergi, dan takut itu tidak akan kembali.
Rindu itu sederhana: aku, kamu, tak ketemu.
Rindu itu adalah rasa nyaman hanya dengna melihat punggungnya.
Rindu adalah saat kau mengatakan baik-baik saja padanya, padahal sebenarnya hatimu serasa tertempa ribuan beton karena memikirkannya.
Rindu adalah saat kau membuka hati untuknya, tapi di amalah mengacuhkannya.
Rindu adalah saat kau ingin memeluknya dalam diam, tapi lalu kau terhentak dan sadar bahwa itu mustahil.
Rindu adalah tentang senyum dan tawanya yang masih tersimpan di sudut hatimu.
Rindu adalah ketika bayangmu melintas di pikiranku sesaat ku membuka mata dari lelap tidurku.
Dan masih banyak kalimat di buku ini yang merupakan suntikan vitamin penyemangat hidup. Selamat membaca!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar