Tahun terbit: 2012
Penerbit: Media Pressindo
Jumlah halaman: 107
ISBN: 979-222-148-4
Buku ini berisi humor-humor yang sudah diseleksi oleh tim penyusun. Seleksinya berdasarkan skala kecerdasan dari muatan humor tersebut. Latar belakang mereka menyusun buku ini untuk menjadikan humor era baru, yakni bercanda dengan lebih pintar tanpa sok pintar (keminter). Lebih penting lagi adalah muatan humor yang dapat membuat para pembaca terbahak.
Berikut beberapa cuplikan humor yang penting untuk dicantumkan:
Debat Mahasiswa
Perdebatan seru terjadi di kelas filsafat, membahas apakah Tuhan itu ada atau tidak. Profesor mengajak para mahasiswa berpikir dengan logika, "Adakah di antara kalian yang pernah mendengar Tuhan?"Tak ada yang menjawab. "Adakah di antara kalian yang pernah menyentuh Tuhan?"
Lagi-lagi tak ada jawaban. "Atau ada di antara kalian yang pernah melihat-Nya?"
Masih tak ada jawaban. "Kalau begitu Tuhan itu tak ada."
Seorang mahasiswa yang religius mengacungkan tangannya, meminta izin untuk bicara. "Apakah ada yang pernah mendengar otak profesor?" tanyanya pada seisi kelas. Suasana hening.
"Apakah ada yang pernah menyentuh otak profesor?" Suasana tetap hening. "Apakah ada yang pernah melihat otak profesor?"
Karena tak ada yang menjawab maka mahasiswa itu kemudian menyimpulkan, "Kalau begitu, profesor memang tak punya otak!"
Pelik
Seorang pria tampak termenung sedih di depan rumahnya. Temannya lalu datang untuk menghibur, "Kamu kok kelihatan sedih?""Aku tak bisa masuk ke garasiku sebab kunci garasi tertinggal di kamarku. Kunci kamarku tertinggal di mobil. Kunci mobilku tertinggal dalam garasi yang terkunci ini."
Kanibal
Ketua rombongan misionaris bertemu dengan seorang kepala desa di sebuah pedalaman. "Apakah di desa ini masih ada kanibal?" tanya ketua misionaris. Karena tersinggung si kepala desa lalu menjawab, "Oh, jangan khawatir. Yang terakhir sudah kami makan minggu lalu!"Tolol
Dua orang gadis pirang berhadapan satu sama lain, dengan danau terbentang di antara mereka. Gadis pirang pertama bermaksud menyeberangi danau sehingga ia berteriak kepada gadis pirang kedua, "Hey! Aku ingin ke seberang danau tapi aku tidak dapat berenang. Tolong katakan padaku bagaimana caranya?"Gadis pirang kedua menjawab, "Lho? Bukannya sekarang kamu ada di seberang??"
Kemajuan Teknologi
Tiga orang pria sedang duduk di ruangan sauna. Seorang Amerika, Jepang, dan Indonesia."Bip... bip... bip...!" Orang Amerika membuka telapak tangan kirinya dan membaca tulisan yang tertulis di telapak tangannya itu. Dua rekanya merasa kagum melihat tulisan yang muncul di telapak tangan orang Amerika itu.
"Oh, telapak tangan saya telah ditanamkan chips, sehingga saya dapat langsung menerima pesan SMS tanpa alat," ujar si Amerika.
Sesaat kemudian terdengar dering telepon. Si orang Jepang mengangkat tangan kanannya. Jempol didekatkan ke telinga sedangkan jari kelingking menempel di bibirnya.
"Oh, maaf. Saya terima telepon dulu. Tangan saya sudah berisi chips. Saya dapat menerima dan berbicara melalui dua jari saya tanpa menggunakan HP," kata si Jepang.
Si Indonesia merasa takjub dengan kemajuan teknologi yang telah dicapai oleh kedua rekannya itu. Tiba-tiba saja ia sakit perut.
Usai buang air besar, dia kembali lagi ke ruang sauna. Tetapi karena tidak biasa membasuh bokongnya dengan kertas toilet, seuntai kertas toilet masih berjuntai di belahan bokongnya.
Dengan keheranan dan bercampur jijik, si Jepang dan si Amerika menunjuk ke untaian kertas itu dan berkata, "Kertas apa itu yang tergantung di bokong Anda?"
Karena tengsih di Indonesia lantas menjawab, "Oh, maaf. Saya baru terima fax!"
Cemburu
Seorang dokter yang terhormat dan istrinya sedang duduk di restoran mewah ketika seorang wanita cantik berambut pirang berjalan melalui mejanya seraya menyapa, "Halo Dok."Wanita itu tersenyum namun terus berjalan tanpa berhenti, melewati meja sang dokter. Sang dokter yang tahu benar tabiat istrinya lalu berkata, "Jangan khawatir sayang. Ia hanyalah seorang wanita yang aku kenal dalam kehidupan profesional."
Dengan raut muka cemberut istrinya berkata, "Kehidupan profesional kamu atau dia?"
Solusi Terbaik
Joni pergi menemui seorang psikiater untuk mengatasi masalah penyakit kejiwaan yang diidapnya. "Dok, aku punya masalah. Setiap kali aku berbaring di tempat tidur, aku merasa ada orang di kolong tempat tidur dan setiap kali aku masuk ke kolong tempat tidur, aku merasa ada seseorang di atas tempat tidur. Aku hampir gila karenanya.""Jangan kuatir," kata psikiater itu. "Percayakanlah kepadaku dan aku akan merawatmu selama setahun. Datanglah padaku dua kali dalam seminggu dan biaya perawatannya Rp. 200.000,- setiap pertemuan."
Tetapi rupanya Joni tak pernah kembali mengunjungi psikiater itu. Tiga bulan kemudian, secara tak sengaja, psikiater itu bertemu lagi dengan Joni di jalan. Ia lalu bertanya, "Pak Joni, mengapa Anda tidak pernah datang lagi ke tempat praktik saya untuk terapi?"
Joni pun menjawab, "Dan membayar 200 ribu setiap pertemuan? Itu mahal sekali, Dok! Pelayan di rumahku menyembuhkanku dengan hanya Rp. 10.000,- dan ia telah memotong kaki-kaki tempat"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar