Penulis: Dr. Gunadi Getol, MBA
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2010
ISBN: 978-979-27-8769-6
Luar biasanya buku ini adalah berdasarkan pengalaman penulis selama lebih 40 tahun bekerja. Berbagai jabatan di beberapa perusahaan sudah pernah ia duduki. Bahkan, puncaknya, dua pekerjaan terakhirnya adalah sebagai General Manager perusahaan. Jadi, tentunya buku ini memiliki kandungan pelajaran yang sangat tinggi.
Tak sampai di situ, penulis masih merasa perlu untuk menggali informasi dari sumber lain yang sangat kredibel. Tidak tanggung-tanggung, banyak CEO dari perusahaan lain yang ia wawancara demi mengutuhkan pemahaman tentang leadership ini.
Buku ini mengupas juga tentang kompetensi seorang pemimpin, meliputi pengetahuan, pengalaman dan kterampilan. Keterampilan sendiri ada beberapa segi, yakni conceptual skill, human skill, dan technical skill.
Secara sistematis, penulis membuat enam bab dalam buku ini yang akan diuraikan satu per satu. Diawali dari Bab I, dasar-dasar kepemimpinan.
Kepempinan adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi sekelompok orang-orang yang memiliki kebutuhan yang sama dan mengarahkan mereka agar mereka bersedia melakukan pekerjaan sesuai pengarahannya.
Dampak dari kepemimpinan yang baik dan diterima, adalah rasa kepemilikan terhadap perusahaan (sense of belonging), rasa percaya terhadap manajemen (sense of trust), rasa tanggung jawab pada pekerjaan (sense of responsibility), rasa krisis (penghematan) terhadap risiko/biaya (sense of crisis), rasa cinta dan hormat terhadap atasan/bawahan (sense of love and respect).
Sebaliknya, beberapa dampak kepemimpinan yang buruk adalah hilangnya kepercayaan dan loyalitas karyawan, timbul konflik antarkaryawan, rendahnya motivasi kerja yang berujung rendahnya produktivitas, serta pengunduran diri karyawan.
Selanjutnya, ada beberapa pertanyaan untuk mengecek apakah diri kita pantas memimpin. Apakah kita mampu membuat perubahan dan perbedaan? Apakah mampu berkomunikasi secara persuasif? Apakah bersedia berkorban? Apakah kita benar-benar mau dan "melakukan"-nya?
Oleh karena itu, ada beberapa sifat manusia yang harus segera kita buang, yaitu sifat malas, sifat malu takut ditertawakan, sifat minder/rendah diri, dan sifat minta dilayani.
Bab II Sikap dalam Kepemimpinan
Beberapa sikap utama yang harus dimiliki atasan untuk menjamin tim yang kompak adalah low profile, empati, asertif, dependable, energik (bersemangat), responsible dan responsif (cepat tanggap). Sikap-sikap tersebut disingkat menjadi LEADER (L-ow profile, E-mpati, A-sertif, D-ependable, E-nergic, dan R-esponsif).
Low profile atau rendah hati adalah sifat yang tidak suka menyombongkan diri, cenderung tidak menonjolkan diri di hadapan orang lain. Empati adalah sikap yang bisa memahami kesulitan orang lain, sehingga dalam komunikasinya orang yang berempati tidak menyudutkan orang lain karena hanya kesalahan tertentu yang dibuatnya. Empati lebih mengutamakan bagaimana mencari solusi untuk mengatasi kesulitan yang timbul karena kesalahan tersebut.
Sikap asertif berarti seimbang, yakni mampu mengedepankan kepentingan orang lain di samping kepentingan kita sendiri. Ini adalah sikap yang selalu mencari solusi yang win-win solution dalam setiap persoalan. Dengan sikap ini, kita tidak emosional tetapi lebih berpikir secara seimbang antara emosional dan rasional. Sikap asertif dalam tiga aspek perilaku, yaitu aspek komunikasi (mendengar sebelum didengarkan), aspek empati (mengerti sebelum dimengerti), dan aspek tindakan (memberi sebelum mengambil).
Dependable berarti bisa diandalkan atau dependable banyak persoalan. Oleh karena itu, atasan tak boleh kekurangan ide atau cara untuk menolong anak buah dan memecahkan masalah.
Bab III Kompetensi dalam Kepemimpinan
Kompetensi dalam kepempimpinan terdiri dari kemampuan dalam berbagai aspek, antara lain:
- Aspek pengetahuan dan wawasan yang luas
- Aspek pengalaman yang cukup
- Aspek keterampilan manajemen
- membuat konsep dan perencanaan (conceptual skill)
- menjalin hubungan antaranggota (human relation skill)
- melakukan pekerjaan secara teknis (technical skill)
- Aspek keterampilan memimpin
- pendelegasian wewenang dan tugas
- mengarahkan dan memotivasi
- keterampilan berkomunikasi secara asertif dan persuasif
Bab IV Gaya Kepemimpinan
Menurut Robert Tannenbaum dan Warren H Schmidts, gaya kepemimpinan dapat dibedakan dari mulai yang "berfokus pada atasan" sampai pada yang "berfokus pada bawahan."
Menurut Robert R Blake dan Jane S Mouton, gaya kepemimpinan dibedakan dari dua dimensi perhatiannya, yaitu antara tugas dan orang atau pelaksana. Ada 5 (lima) gaya dasar, yaitu:
- Gaya manajemen tanpa perhatian (unattended management and organization)
- Gaya manajemen berfokus pada tugas dan produktivitas
- Gaya manajemen berfokus pada hubungan manusia
- Gaya manajemen keseimbangan antara tugas dan hubungan manusia
- Gaya manajemen berfokus pada komitmen
Menurut Paul Hersey dan Kenneth H, ada dua gaya saja, yaitu task style dan relation style.
Selanjutnya, Hersey dan Blanchard menyimpulkan ada empat gaya kepemimpinan sebagai gabungan antara tugas, hubungan dan tingkat kesiapan, yaitu:
- Telling style, gaya yang fokus pada penyelesaian tugas di mana pemimpin memegang kendali sepenuhnya dan efektif bila tingkat kesiapan anak buah sangat rendah
- Selling style, fokus pada tugas maupun hubungan
- Participating style, fokus pada hubungan
- Delegating style, fokus pada pendelegasian wewenang dan tugas kepada anak buah.
Keempat gaya tersebut digambarkan dalam sebuah model yang dikenal dengan istilah situational leadership model.
Ada lagi gaya kepemimpinan karismatik dari David A. Nadler dan Michael L. Tushman. Ada tiga variasi gaya ini, yaitu:
- envisioning, menularkan visi kepada anak buah
- energizing, menularkan kekuatan kepada anak buah
- enabling, menularkan kemampuan kepada anak buah
Terkait gaya karismatik ini, penulis berpendapat bahwa karismatik bukanlah sebuah gaya kepemimpinan melainkan pembawaan seseorang yang memengaruhi kemampuannya untuk memengaruhi orang lain.
Gaya kepemimpinan sejatinya dipengaruhi beberapa faktor, yaitu karakter pribadi dan bagaimana pemimpin memperoleh kekuasaannya, karakter masing-masing anggota dan motivasi serta komitmennya, tingkat kesulitan tugas dan situasi persaingan, tingkat kesiapan anak buah dan kompetensinya, serta kesempatan dan sumber daya lain yang dimiliki kelompok. Dari faktor-faktor tersebut, lahirlah beberapa gaya kepemimpinan yang muncul, yaitu:
- gaya militer atau diktator
- gaya kebapakan
- gaya keibuan
- gaya dewasa
- gaya anak-anak
Karena kompleksnya gaya kepemimpinan, teori berkembang tentangnya. Ada pendapat baru yaitu kepemimpinan asertif (mendengarkan sebelum bicara) dan kepemimpinan transformatif (karena segala sesuatu penuh ketidakpastian dan perubahan).
Bab V Keberanian dan Pengambilan Keputusan
Beberapa hal yang penting dimiliki seorang pemimpin agar dapat membuat keputusan yang baik:
- percaya diri
- kemampunan membaca dan menganalisis persoalan
- kemampuan mencari metode yang tepat sasaran
- kemampuan mengembangkan kepemimpinan
- kemampuan membangun citra kepemimpinan, misalnya dengan cara berikut
- pegang teguh konsep citra diri kita
- hargai diri kita dengan menghargai orang lain
- nyatakan pendapat anda dengan jelas
- pertimbangkan dampak tindakan kita bagi orang lain
- berani bertindak bukan hanya bicara
Bab VI Ringkasan Pelajaran Berharga dari Para Enterpreneur Sekaligus Pemimpin
- Kita perlu mempunyai mimpi karena tanpa impian kita tidak akan pernah bisa mewujudkan apapun
- Mereka yang sukses adalah orang-orang yang mau berkomitmen atas mimpinya. Mau berusaha dengan gigih, pantang menyerah, dan melalui berbagai rintangan.
- Kita yang bisa bermimpi sesungguhnya sudah diberi kemampuan luar biasa oleh Tuhan. Selanjutnya bagaimana kita mengidentifikasi, menggali, dan mengumpulkannya untuk menggunakannya.
- Kesempatan selalu ada namun tidak datang dengan sukarela. Oleh karenanya, kita harus mencarinya.
- Dibutuhkan keberanian untuk memulai sesuatu, untuk melakukan sesuatu atas kesempatan yang sudah ada.
- Mereka yang sukse bukan hanya berjuang untuk kemajuan diri sendiri melainkan kelompoknya bahkan umat manusia pada umumnya.
- Kita harus yakin bahwa tanpa kita berusaha, Tuhan tidak akan memberi apa pun. Kita harus punya keyakinan bahwa kekuasaan Tuhan di atas segala-galanya. Kita harus meminta kepadaNya.
Ingin membaca selengkapnya, silakan buka aplikasi ipusnas atau i-Jak, lalu cari dan pinjam bukunya. Atau jika Anda sedang jalan-jalan di toko buku, silakan beli langsung. Rasakan manfaat besar dari membaca buku ini..
Selamat membaca!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar